Efek Samping Dari Minum Teh
- Pengetahuan Umum :
Teh mengandung zat yang disebut oksalat, yang dapat menyebabkan batu ginjal pada beberapa individu. Biasanya, ginjal dapat menghilangkan oksalat dari darah dan mengeluarkan dari tubuh melalui urine. Tapi bagi orang yang rentan atau sudah memiliki bakat batu ginjal sebaiknya memang harus mengurangi atau sama sekali tidak mengonsumsi teh.
Jika Anda mengkonsumsi terlalu banyak oksalat, zat tersebut dapat terpisah dari urine bergabung dengan kalsium untuk membentuk kalsium oksalat batu ginjal, seperti dilansir Livestrong, Senin (27/6/2011).
Secangkir teh hitam (pekat) biasanya rata-rata mengandung lebih dari 10 mg oksalat (per 100 gram teh). Karena kandungan oksalat yang signifikan, teh hitam dianggap minuman dengan kandungan oksalat paling tinggi.
Teh lainnya seperti teh blackcurrant, teh rosehip dan teh mate, mengandung 2 sampai 10 mg oksalat dan dianggap minuman dengan oksalat moderat atau sedang. Jika rentan terhadap batu ginjal, Anda harus menghilangkan teh tinggi oksalat dari diet Anda dan membatasi konsumsi teh dengan oksalat sedang ukurang dari 2-3 porsi per hari.
Teh hijau dan teh herbal seperti termasuk kayu manis, peppermint dan chamomile, mengandung kurang dari 2 oksalat mg per cangkir (per 100 gram teh). Mengkonsumsi teh rendah oksalat biasanya tidak akan mengarah pada pengembangan batu ginjal.
Tak hanya membatasi teh, penderita atau orang yang rentan batu ginjal juga harus membatasi oksalat yang berasal daru makanan. Orang yang rentan batu ginjal harus membatasi asupan oksalat 40 sampai 50 mg setiap hari.
Makanan tinggi oksalat misalnya adalah kacang-kacangan, selai kacang, susu kedelai, roti gandum, blueberry, blackberry, raspberry, wortel, seledri, kangkung, daun bawang, okra, bayam, ubi jalar, terong dan ara.
Sedangkan asupan makanan dengan oksalat sedang tidak boleh melebihi tiga porsi per hari. Contoh makanan oksalat sedang yaitu yogurt, biji rami, biji bunga matahari, stroberi, pir, peach, jeruk, hati, sarden, bagel, beras merah, oatmeal, asparagus, brokoli, jagung, adas dan tomat.
- Adapula kekurangan dari Teh Hijau :
Kafein
Di dalam teh terdapat sekitar setengah jumlah kafein dari kopi. Jika seseorang yang sensitive terhadap kafein dapat mengalami gejala – gejala seperti, gelisah, iritabilitas, masalah tidur, tremor, jantung berdebar – debar, hilangnya nafsu makan, sakit perut, mual, sering buang air kecil, dan ruam – ruam pada kulit.
Penderita lambung
Teh juga buruk bagi penderita lambung sensitive. Umumnya keluhan setelah kafein adalah masalah perut. Teh merupakan stimulan kuat asam lambung, dan ini dapat dikurangi dengan menambahkan susu dan gula.
Berisiko Tinggi untuk Wanita hamil atau Menyusui
Teh hijau mengandung kafein, catechin dan asam tannic, yang sangat berisiko bagi kehamilan. Selain itu, minum dalam jumlah besar dapat menyebabkan kelahiran cacat pada tabung saraf pada bayi.
Batasi konsumsi teh hijau bagi yang wanita hamil. Atau jika ingin meminimalkan risiko, hindari minum teh hijau sama sekali selama awal kehamilan untuk kesehatan janin.
Bahaya bagi Penderita Anemia
Teh dikenal sebagai minuman dengan negatif kalori. Selain karena teh ini sama sekali tidak mengandung kalori, teh ini juga menghambat penyerapan nutrisi tertentu.
Salah satunya adalah menghalangi penyerapan zat besi.Ekstrak teh hijau mengurangi penyerapan besi non-heme sebesar 25%.
Peminum teh hijau dalam jangka panjang dapat mengembangkan mekanisme perlindungan dengan memiliki kelenjar parotic yang lebih berat. Air liur yang kaya protein dapat menetralkan efek berbahaya dari tanin teh.
Kurang baik untuk anak
Disarankan untuk tidak minum teh bagi anak-anak. Hal ini karena teh mengandung kafein yang mungkin menstimulus secara berlebihan. mengandung tanin yang dapat menghalangi penyerapan zat gizi seperti protein dan lemak pada anak-anak.
Mengurangi Defisiensi Tiamin.
Teh mengurangi penyerapan tiamin (vitamin B). Kekurangan tiamin menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai beri-beri.
Membuat Noda di Gigi
Minum teh atau kopi dapat menimbulkan plak pada gigi. Jika plak ini tidak sepenuhnya disikat dan dibersihkan dengan benang gigi dalam waktu 24 jam, maka plak akan mengeras dan menjadi karang gigi.
Memicu Insomnia
Teh hijau dapat memicu insomnia sehingga perlu dibatasi dalam mengkonsumsinya untuk tidak lebih dari 3 cangkir per 10 hari, berahaya bagi orang yang sedang menjalani pengobatan medis
Teh hijau, seperti minuman teh lainnya, dapat mengganggu dan berinteraksi dengan obat tertentu. Lebih baik hindari minum segala jenis teh 2 jam setelah minum obat.
Teh hijau mengandung kafein. Kafein dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, meskipun orang yang mengkonsumsi kafein secara teratur tampaknya tidak mengalami efek dalam jangka panjang. Selain itu kafein juga dapat meningkatkan tingkat gula darah. Sehingga penderita diabetes harus berhati-hati jika hendak mengkonsumsinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar